HARIANRIAU.CO - Johan Harry tak pernah menyangka, anaknya Hizkia Jorry Saroinsong, harus meninggalkannya begitu cepat. Jorry adalah salah satu korban jatuhnya Lion Air JT-610 yang sudah berhasil diidentifikasi.
Ia mengenang sang anak sebagai sosok yang berprestasi dan berbakti kepada negara. Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Universitas Indonesia itu baginya juga sosok yang aktif di berbagai kegiatan bermanfaat.
"Dia memang itu hampir setiap minggu, dua minggulah ya selalu bepergian ke berbagai kota. Jadi dia sebenarnya kontribusinya buar negara ini luar biasa. dia berpikir ini buat bangsa. Dia walaupun masih mahasiswa dia enggak memikirkan diri sendiri," ujar Johan Harry di Rumah Duka RS Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11) dikutip harianriau dari laman kumparan.
Ia menambahkan, Jorry suka sekali menulis. Kemampuan berbahasa Inggrisnya pun di atas rata-rata.
"Dia banyak sekali menulis blog-blog dalam bahasa Inggris dan itu konsepnya kalau diterapkan di indonesia ini mungkin akan menyejahterakan bangsa," tutur dia.
Pekan depan, lanjut dia, UI akan memberikan acara khusus untuk Jorry. Acara tersebut juga sebagai pertanda bahwa Indonesia kehilangan Jorry, bukan hanya UI.
"Dia mungkin minggu depan itu temen-temennya di UI akan bikin tribute buat Hizkia Jorry Saroinsong karena terlalu luar biasa. Legacy-nya dia bukan hanya untuk UI tapi juga untuk Indonesia," ujar Johan.

Rumah duka Hizkia Jorry korban Lion Air JT-610. (Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan)
Meski anaknya belum meraih gelar Sarjana, Johan tak dapat menyembunyikan rasa kagumnya terhadap Jorry. Sebab, secara kemampuan akademis, Jorry sudah layak menyandang gelar tersebut.
"Saya bapaknya juga terkagum-kagum. Kalau baca-baca blog, bahasa Inggrisnya sangat tingkat tinggi punya. Dia walaupun belum lulus mereka bilang seolah-olah dia sedang mengikuti PHd program. Karena mungkin dia terlalu cerdas anaknya," ungkap dia.
"Karena dia sangat rajin baca. Menganalisa. Sangat aktif diskusi, juga sering jadi pembicara seminar-seminar. Jadi saya ya sebenernya sangat merasa kehilangan," tutupnya.
Jorry merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Dia tinggal di Jakarta bersama keluarganya. Jorry merupakan satu dari empat korban tewas Lion Air JT-610 yang sudah berhasil diidentifikasi.

