Ilustrasi konsultasi menstruasi (Shutterstock)

Gegara Luka Kecil di Vagina, Wanita Ini Alami Infeksi Darah Mematikan

Minggu,13 Oktober 2019 - 09:25:10 WIB | Di Baca : 193 Kali


HARIANRIAU.CO - Seorang wanita bernama Greta Zarate mengalami infeksi darah mematikan dari tampon yang digunakannya saat menstruasi. Akibatnya, dia jadi harus dirawat intensif selama empat hari.

Awalnya, perempuan asal North Carolina ini mengalami gejala seperti terserang flu pada hari pertama haid, 31 Januari lalu. Empat hari kemudian, demamnya justru meninggi dan tekanan darah anjlok hingga ia dilarikan ke Rumah Sakit Onslow Memorial.

Ia pun diperiksa menggunakan sinar-X, ultrasound dan CT scan. Namun, ketiga alat pemeriksaan tersebut tak dapat menemukan penyebab kesehatannya menurun.

Ilustrasi tampon (Shutterstock)

"Ketika saya sampai di rumah sakit, mereka tidak dapat menemukan apa yang salah dengan saya. Tekanan darah saya sangat rendah. Saya menjalani rontgen dan CT scan," kata Zarate, melansir Daily Mail.

Salah satu perawat pun menyarankan Zarate untuk berkonsultasi dengan seorang ginekolog. Sang perawat menduga Zarate mengalami toxic shock syndrome yang biasanya dialami wanita yang sedang menstruasi. Rupanya, dugaan itu memang benar.

"Mereka menemukan ada infeksi bakteri staph dalam darahku setelah melakukan pemeriksaan pada vagina dan itu berasal dari luka kecil di vaginaku," ujar Zarate.

Toxic shock syndrome merupakan infeksi bakteri yang sangat berbahaya. Sindrom ini bisa salah deteksi karena gejalanya mirip penyakit lain dan termasuk infeksi yang jarang terjadi.

Infeksi ini biasanya berasal dari bakteri staphylococcus aureus atau streptococcus yang hidup di kulit, menyerang aliran darah, serta melepaskan racun berbahaya.

Gejala dari TSS umumnya dimulai dengan demam tinggi mendadak hingga di atas 38,9° derajat Celcius.

Dalam beberapa jam, seorang penderita akan mengalami gejala seperti flu termasuk sakit kepala, sakit otot, sakit tenggorokan dan batuk. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, diare, merasa pingsan, pusing, serta kebingungan.

Wanita paling berisiko terkena sindrom ini selama menstruasi, terutama kalau mereka menggunakan tampon, baru saja melahirkan atau menggunakan kontrasepsi penghalang internal, seperti diafragma.

Sementara itu setelah penyakitnya diketahui, dokter memberi Zarate antibiotik, cairan dan morfin untuk melawan infeksi serta mengatasi rasa sakitnya.

Kondisinya kian membaik dan ia mengaku sangat beruntung karena mendapat perawatan tepat pada waktunya.

"Orang yang terkena toxic shock syndrome bisa berakhir dengan kehilangan anggota tubuh atau bahkan sekarat jadi saya merasa sangat beruntung," tandas Zarate.


sumber: himedik.com/Gil




Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...