Sahabat Sejati yang Kelak Menemanimu di Alam Kubur

Sahabat Sejati yang Kelak Menemanimu di Alam Kubur
Pimpinan Yayasan Al-Fachriyah, Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan (Foto: YouTube/@Al Fachriyah)

Pimpinan Yayasan Al-Fachriyah, Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan mengatakan, setiap orang yang meninggal dunia, itu artinya kiamat telah datang kepadanya. Kiamat yang dimaksud ialah kiamat sughra (kecil).

“Orang yang sudah meninggal maka mereka menganggap kiamatnya sudah datang. Apabila sudah dikubur, maka yang ditinggal hanyalah amalannya. Saat hidup mencaci maki orang lain, maka yang menemani di alam kubur caci maki. Saat di dalam kubur akan ditanya Man Rabbuka dan lain-lain," kata Habib Jindan, melansir channel YouTube, Ngaji TV, Selasa (25/8/2020).

"Kemudian akan ditanya, mengapa berbohong, mengapa mencaci orang lain, mengapa salaman dengan yang bukan muhrim, mengapa lihat yang haram, dan semua hal yang dilakukan selama hidup akan ditanyakan. Jangan menyibukkan diri dengan dunia sehingga melupakan akhirat,” tambah alumni Daarul Musthofa, Hadhramaut, Yaman ini.

Pada sebuah hadits disebutkan, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tatkala Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melewati dua kuburan, Rasulullah mengatakan, 'Penghuni dua kuburan ini disiksa, diazab. Dia bukan diazab dalam hal yang besar di mata orang tetapi ini besar di sisi Allah. Penghuni kubur yang pertama disiksa karena saat buang air kecil tidak suci atau sampai bersih sehingga najisnya masih ada dan sholatnya berantakan. Yang kedua, ia di azab karena sering berpergian untuk mengadu domba.’ Kemudian, Ibnu Abbas berkata, ‘Kemudian Rasulullah mengambil pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya dan menancapkan tiap belahan di atas kepala kuburan, kemudian beliau berkata, ‘Semoga keduanya diringankan siksanya hingga kedua pelepah ini kering,” (HR. Ad-Darimi dan Bukhari).

Halaman :

#Khazanah

Index

Berita Lainnya

Index