Ternyata Segini Jarak Waktu antara Kebangkitan Manusia dan Yaumul Hisab

Ternyata Segini Jarak Waktu antara Kebangkitan Manusia dan Yaumul Hisab
Ustadz Khalid Basalamah/Tangkap layar kanal Youtube Islam Terkini.

HARIANRIAU.CO - Dalam Islam diajarkan jika manusia akan dibangkitkan setelah kiamat. Seluruh manusia kemudian dikumpulkan dalam satu tempat yang sangat luas bernama padang mahsyar.

Dikumpulkannya seluruh manusia tersebut dimaksudkan untuk menunggu yaumul hisab.

Namun, tak banyak yang tahu berapa jarak waktu antara kebangkitan manusia dan yaumul hisab.

Dilansir dari sebuah video di kanal Youtube Islam Terkini pada 3 Desember 2016, berikut merupakan penjelasan Ustadz Khalid Basalamah mengenai hal tersebut.

Seperti yang dijelaskan di atas, manusia yang dibangkitkan di akhirat kemudian dikumpulkan di padang mahsyar.

Suasana di padang mahsyar sangat mengerikan karena ada matahari yang didekatkan di atas kepala.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani menggambarkan bagaimana kondisi manusia saat itu.

"Sesungguhnya seseorang ditenggelamkan oleh peluhnya sendiri pada hari kiamat. Maka, ia mengatakan, Wahai Rabb-ku, kasihanilah aku, walau harus ke neraka."

Hadits di atas menggambarkan betapa tersiksanya manusia saat itu hingga memohon dibebaskan, meski harus masuk neraka.

Mereka tidak mengetahui bahwa neraka lebih mengerikan lagi. Namun, hal ini menggambarkan jika manusia saat itu sangat tersiksa hingga memohon demikian.

Pada saat itu, ketika matahari didekatkan, manusia tenggelam dengan peluhnya sendiri dan tidak bisa bergerak hingga keringat tersebut tertelan.

Ada juga hadits riwayat dari Abu Huraira yang menggambarkan berapa lama manusia menunggu di padang mahsyar.

"Pada hari kemudian (akhirat), manusia pasti dibangkitkan menuju Rabb semesta alam selama setengah hari dari 50 ribu tahun. Maka, hal itu mudah bagi orang-orang beriman, seperti dari matahari hampir terbenam hingga terbenam."

"Jadi, ini luar biasa. Menunggu di mahsyar untuk dihisab saja 25 ribu tahun," kata Ustadz Khalid Basalamah.

Ya, itu waktu penantian yang sangat lama dari manusia dibangkitkan hingga kemudian dihisab.

Bagi orang yang beriman, hal ini akan terasa ringan karena tidak akan tenggelam oleh peluhnya sendiri.

Terlebih, ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan oleh Allah dimana itu menjadi satu-satunya naungan.

Bahkan, orang beriman merasa penantian 25 ribu tahun seperti menunggu waktu matahari hampir terbenam hingga terbenam.***

Halaman :

#Mozaik

Index

Berita Lainnya

Index