Nenek Jumiyem dipukuli sampai babak belur karena mencuri dua buah jagung. FOTO: Istimewa.

TEGA! Curi Dua Jagung, Nenek Ini Dipukuli Hingga Babak Belur

Sabtu,12 Agustus 2017 - 18:12:13 WIB | Di Baca : 813 Kali

JAKARTA - Tega sekali M Samsul, pemilik kebun jagung yang memukuli nenek Jumiyem hingga babak belur.

Nenek berusia 68 tahun itu di hantam di bagian mukanya hingga benjol dan memar-memar setelah tertangkap basah mencuri dua buah jagung di kebun dekat gubuk tempat tinggalnya.

Alasan Jumiyem nekat mencuri jagung juga sangat menyedihkan. Wanita yang tinggal seorang diri di gubuk kebun milik M Samsul itu sudah 4 hari tak makan dan tidak bisa cari makan karena sakit.

"Nenek sudah empat hari tidak makan, karena sakit nenek tidak kuat jalan dan tidak bisa mencari makan. Saat nenek keluar gubuk, nenek lihat ada jagung di kebun sebelah dan nenek ambil 2 biji untuk dimasak dan dimakan," tutur nenek Jumiyem dilansir dari Berita4.

Sementara, sang pemilik jagung yang tega menganiaya nenek Jumiyem, M Samsul mengaku geram atas tindakan wanita tua itu.

Samsul mengatakan, ia kesal karena sudah sering memperingatkan sang nenek untuk tidak sembarangan mengambil hasil kebun miliknya.

"Saya kurang baik apa coba, itu gubuk yang nenek Jumiyem tinggal sekarang itu tanah saya, dia mau tinggal di sana saya izinkan. Tapi apa setiap hari selalu mengambil hasil kebun saya, kadang jagung kadang ubi, semua dia mau ambil siapa yang gak kesal coba” ujar Samsul.

Terkait pemukulan terhadap Jumiyem, pria kejam itu enggan menanggapi lebih lanjut.

"Sudahlah jangan banyak tanya itu bukan urusan Anda, saya sudah kasih uang untuk berobat dan harusnya kalian bersyukur tidak saya bawa dia ke kantor polisi karena mencuri dan memasuki perkebunan orang tanpa izin," tegasnya.

Selama ini nenek Jumiyem memang tinggal seorang diri di dalam gubuk tua setelah sang suami meninggal dunia di tahun 2007 akibat sakit. Punya dua anak namun telah merantau ke Jakarta selama 10 tahun dan tak ada kabar sama sekali. Malangnya nenek Jumiyem.

Meski begitu, mencuri dengan alasan apapun memang tidak dibenarkan. Namun, main hakim sendiri juga bukan tindakan terpuji. Dalam kasus ini, Samsul sebaiknya lebih bijak dan membukakan pintu maaf, bukan malah memukuli Jumiyem.

 

Sumber: rilis

Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan