HARIANRIAU.CO - Korban bom Surabaya terus bertambah. Polisi menyebut korban meninggal 8 orang dan korban luka berat sebanyak 38 orang.
Bom meledak di tiga lokasi berbeda, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di jalan Raya Arjuno.
Dari data polisi, sebanyak 4 korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela dinyatakan meninggal. Kemudian, ada dua korban di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro. Lalu, dua korban tewas lainnya dari Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Bangun Mangera mengatakan, pihaknya belum bisa merilis nama para korban. Itulah kenapa, terkait nama-nama korban yang sudah muncul dan tersebar, dia belum bisa memastikan kebenarannya.
Sementara, sebanyak 38 korban luka berat dari pihak warga sipil dan polisi sudah dievakuasi ke rumah sakit.
“Percayakan semuanya kepada polisi. Setengah jam lagi kita akan keluarkan statement di Humas Polda Jawa Timur,” kata Frans di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Minggu (13/5).
Saat ini, lanjut Frans, pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain itu, polisi juga melakukan penutupan pada semua gereja Katolik maupun Protestan di Surabaya. “Jam ibadah juga sudah selesai,” kata Frans.
Sebelumnya diberitakan, serangan pertama yang diduga bom bunuh diri terjadi tepat di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela di jalan Ngagel Madya, Surabaya, Minggu (13/5). Serangan terjadi pada pukul 06.30 WIB. Akibatnya, belasan luka-luka dan empat tewas.
sumber: pojoksatu

