Misteri Penyerangan Kerajaan Sunda ke Majapahit Pascaperang Bubat dan Prasasti Horren

Misteri Penyerangan Kerajaan Sunda ke Majapahit Pascaperang Bubat dan Prasasti Horren
Komplek Candi Cetho di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar yang dibangun pada akhir masa kejayaan Kerajaan Majapahit pada abad ke-15

Hal ini dia simpulkan berdasarkan petikan kalimat dalam prasasti yang berbunyi, 'ring kaharadara. nguniweh an dadyan tumangga-tangga datang nikanang çatru sunda' yang maksudnya 'tentang kerusakan yang tiba-tiba; lagi pula secara mendadak datanglah musuh (dari) Sunda'. Selain itu dia berpendapat gaya bahasanya dianggap gaya bahasa era Majapahit.
 
Dimana serangan yang dilakukan Kerajaan Sunda pada Majapahit tersebut dilakukan dengan teknik senyap, dan langsung menyasar pada jantung Ibukota Majapahit. Mengingat tentara Sunda mendarat dengan tiba-tiba  di Horren, yaitu di wilayah utara Kediri  yang letaknya tidak terlampau jauh dari Ibukota Kerajaan Majapahit (Trowulan).

Namun oleh beberapa peneliti lainnya hal ini dibantah dimana mereka beranggapan jika serangan oleh Kerajaan Sunda dilakukan pada zaman Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan (abad XI Masehi).

Namun jika memang Prasasti itu dibuat pada jaman Majapahit tepatnya setelah peristiwa Perang Bubat, maka akan ditemukan jawaban mengenai alasan kenapa Sunda menggempur Majapahit. Akan tetapi sebaliknya, jika Sunda menggempur wilayah Jawa Timur yang kala itu diperintah oleh Airlangga, maka sepertinya tidak ada alasan melakukan penyerbuan, mengingat Kerajaan Kahuripan yang didirikan Airlangga itu tidak pernah berurusan dengan Kerajaan Sunda. Prasasti ini kini disimpan di Museum Sonobudoyo, Kota Yogyakarta.

Halaman :

#Sejarah

Index

Berita Lainnya

Index