Bangunan ikonik Gereja Blenduk yang dibangun tahun 1753, merupakan satu bangunan bergaya Eropa di Kota Lama Semarang yang masih terawat hingga saat ini. (Foto: Arthurio Oktavianus)

Jejak Tua Kota Lama Semarang

Selasa,28 April 2020 - 10:22:38 WIB | Di Baca : 399 Kali


HARIANRIAU.CO - Satu kota yang patut untuk disusuri jejak sejarahnya adalah Kota Semarang, Jawa Tengah. Kisah kota perdagangan dan menjadi daerah utama di masa kolonial, seolah dituturkan lewat gurat bangunan tua yang masih berdiri kokoh di kawasan kota lama.

Berada di Jalan Suprapto, Kawasan Kota Lama memiliki luas 31 hektar dan menyimpan sekitar 50 bangunan tua bergaya Eropa yang tinggi nan megah. Dahulu, jalan ini merupakan jalan utama dalam benteng Vijhoek yang dibangun oleh VOC, dengan nama Heeren Straat.

Kemegahan bangunan masa kolonial Belanda di tahun 1700-an masih ditemukan di kawasan yang biasa disebut Outstadt atau ‘Little Netherland’. Arsitektur bangunan berbentuk renaissance, art deco, baroque dan Semarangan, memiliki daya tarik tersendiri untuk dilihat.

Seperti bangunan ikonik Gereja Blenduk yang dibangun tahun 1753, masa pendeta Johanennes Wihelmus Swemmelaar. Bangunan ini kini menjadi situs cagar budaya yang dilindungi Undang-Undang RI No. 11 Tahun 2010.
 
Jejak Tua Kota Lama Semarang
(Kawasan Kota Lama Semarang berada di Jalan Suprapto. Umur bangunan yang sudah tua tergambar dari bangunan yang ditumbuhi akar pohon dan menjadi spot foto bagus yang diburu pengunjung. Foto: Arthurio Oktavianus)  
 
Umur bangunan yang sudah tua, tergambar dari bentuk dan kondisi yang tampak saat ini. Bagi bangunan yang masih digunakan terlihat terawat. Ada pula bangunan yang dindingnya sudah menyatu dengan akar pohon dan menjadi spot foto bagus yang diburu para pengunjung.

Kawasan Pantai Utara

Berada di kawasan pesisir di wilayah Semarang bagian Utara, dahulu merupakan pusat pelabuhan dan perdagangan. Fungsi kawasan ini di masa kolonial ditunjang dengan letaknya yang dekat dengan stasiun kereta api sebagai jalur transportasi untuk mendistribusikan barang-barang dagangan dari pelabuhan.

Seperti dimuat laman medcom.id, sejarah mencatat bahwa kawasan ini dibangun pada 15 Januari 1678, usai pemberontakan Trunojoyo terhadap Kerajaan Mataram, yang digagalkan oleh VOC. Hutang budi atas bantuan tersebut ditebus dengan melepaskan kawasan pantai utara Jawa kepada Belanda.
 
Jejak Tua Kota Lama Semarang
(Pengunjung kawasan Kota Lama Semarang sedang menikmati satu sudut jalan yang tenang dan teduh. Foto: Arthurio Oktavianus) 
 
Kawasan hadiah hutang budi itu kemudian dibangun benteng Vijhoek dengan tiga pintu gerbang, berfungsi sebagai tempat kegiatan militer yang memiliki lima menara pengawas. Adapun nama menara pengawas tersebut adalah Amsterdam, Ramsdonk, Utrecht, Bunschoten dan Zeeland.
 
Benteng lambat laun menjadi pemukiman warga Belanda, yang berkembang menjadi kawasan ekonomi dengan dibangunnya gedung dan perkantoran. Satu lokasi pintu benteng yang tersisa adalah Jembatan Berok yang disebut De Zuider Por.

Susuri Kota Lama

Pengunjung bisa berjalan kaki ataupun bersepeda untuk menyusuri kota lama yang sarat dengan sejarah. Bila ingin rehat sejenak, bisa duduk di bawah pepohonan rindang Taman Srigunting atau menyeruput kopi dan kudapan di cafe gedung tua yang disulap dengan interior indah.
 
Jejak Tua Kota Lama Semarang
(Bangunan tua nan megah di masa kolonial mengisi kawasan Kota Lama Semarang. Foto: Arthurio Oktavianus)  
 
Banyak spot ciamik yang bisa menjadi pilihan untuk menghasilkan foto bagus, yang tentu saja sangat menakjubkan untuk diunggah di media sosial. Coba saja ke 3D Trick Art Museum yang memiliki empat ruang pamer dengan ratusan koleksi foto 3D yang menarik untuk dijadikan latar foto.
 
Pengunjung yang sangat tertarik dengan benda-benda seni, bisa pergi ke Semarang Contemporary Art Gallery. Tempat ini merupakan galeri yang memamerkan karya seni baik berupa kriya, lukis, foto ataupun patung. 
 
Hobi belanja juga diakomodir dengan adanya Pasar Klitikan. Kerennya lagi, barang yang dijual adalah benda antik. Para kolektor mobil tua pasti tak menolak bila diajak ke tempat ini. Siapa tahu mendapatkan mobil tua idaman yang diincar-incar selama ini. 

 






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...